LESSON STUDY – KEPROFESIONALAN GURU – KUALITAS PEMBELAJARAN

Agustus 15, 2009 at 5:49 pm 1 komentar

LESSON STUDY SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KEPROFESIONALAN GURU DAN MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 21 SURABAYA

( disampaikan pada Seminar Internasional dan  workshop Lesson Study FMIPA UNESA 2009, 18 agustus 2009)

ABSTRAK : Perkembangan pendidikan di Indonesia pada dekade sekarang menggunakan kurikulum Tingkat Satuan pendidik, yang memberikan keluasan pada sekolah untuk berkembangan ,berkreatif dan beriniovatif sehingga terjadi suatu kompetisi saling bersaing untuk mencapai kualitas pendidikan dengan menggunakan Standar Pendidik Nasional (SNP ) Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005. Untuk mencapai tujuan tersebut maka tenaga pendidik(guru)harus memiliki perubahan paradigma sehingga dapat memiliki keprofesionalan pendidik yang amat berpengaruh terhadap perubahan kualitas pembelajaran.

Keprofesionalan guru dan peningkatan kualiatas di SMP Negeri 21 Surabaya dilakukan dengan pengembangan kegiatan Lesson Study berbasis sekolah mandiri yang diawali dari peserta guru IPA dan Matematika yang mengikuti kegiatan Lesson study berbasis MGMP di kota Surabaya yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan kota dengan Sampurna Foundatin dan mendapat pendampingan dari dosen – dosen MIPA UNESA. Guru IPA dan Matematika tersebut ternyata sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan Lesson Study berbasis sekolah mandiri untuk mengembangkan keprofesionalan guru dan peningkatan kualitas pembelajaran

Kata Kunci : Lesson study , keprofesionalan dan peningkatan kualitas

LATAR BELAKANG

Sejalan era reformasi dunia pendidikan di Indonesia tak luput pula tersentuh untuk melakukan perubahan – perubahan sesuai dengan keinginan bangsa. Perubahan atau reformasi tersebut tercermin jelas pada pendidikan dengan berlaku Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP ). Penerapan KTSP yang berbasis kompetensi adalah keinginan mengubah pola pendidikan dari orentasi terhadap hasil dan materi ke pendidikan sebagai proses. Oleh karena itu pembelajaran harus sebanyak mungkin melibatkan peserta didik,agar mereka mampu bereksplorasi untuk membentuk kompetensi dengan menggali berbagai potensi, dan kebenaran secara ilmiah. Dalam kerangka inilah perlunya perubahan paradigma (pola pikir) guru, agar mampu menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi peserta didiknya yaitu perubahan paradigma teaching ke learning dan paradigma lain yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Paradigma yang diinginkan oleh KTSP yang berbasis kompetensi ini tugas guru tidak hanya menyampaikan informasi kepada peserta didik, tetapi harus dilatih menjadi fasilitator yang bertugas memberikan kemudahan belajar kepada seluruh peserta didik. Bersamaan dengan berjalannya KTSP dan agar terlaksana perkembangan tujuan kompetensi siswa, pemerintah memberikan kompensasi kepada guru melalui Sertifikasi guru kompensasi tersebut diberikan dalam bentuk tunjangan profesional pendidik ( TPP ) yang besarnya satu kali gaji setiap bulan, namun kenyataan dilapangan begitu sulit guru belum menyadari untuk mengubah paradigma iya masih mempertahan pengajaran secara konvesional sehingga perubahan itu sangat kecil sekali sebelum menerima kompensasi dan sesudah kompensasi , hal ini perlu menjadi kajian bagaimana guru mampu mengubah paradigma sehingga menjadi seorang profesional dan berkualitas dalam mengajar dan mendidik. Sehingga guru yang menyandang dan menerima status Profesional benar – benar seperti yang diharapkan oleh bangsa Indonesia. Kolaborasi antar guru , keterbukaan dan membangun komunikasi lewat kegiatan lesson study amat perlu. Tujuan kegiatan ini adalah (a) Meningkatkan kemampuan guru sebagai seorang profesional pendidik ( b) Guru mempunyai kompetensi dan berfkualitas (c) Mengubah mentset sebagai pendidik untuk anak didik. Kerjasama dalam pengembangan pembelajaran secara kolaborasi guru di SMP Negeri 21 Surabaya dengan melakukan kegiatan Lesson study berbasis sekolah mandiri serta pendampingan yang dilakukan oleh peserta lesson study berbasis MGMP merupakan usaha untuk meningkatkan keprofesionalan dan kualitas guru. Melalui kegiatan ini pula prestasi siswa mengalami kenaikan.Bahkan Lesson study berbasis sekolah mandiri merupakan wahana ampuh untuk mengubah kesadaran terdalam para guru tentang jati diri, sehingga pikiran – pikiran konservatif yang bersemayam di benaknya hilang. Selanjutnya akan hadir kesadaran baru yang melengkapi profesinya, berupa inovasi dan nampak guru akan lebih dahsyat menekuni profesinya, sekaligus dengan tidak terasa stamina belajar tumbuh dan berkembang tanpa paksaan. Landasan teori Pengembangan keprofesionalan guru harus ditingkatkan, karena peningkatan keprofesionalan guru akan diikuti oleh peningkatan efektifitas kegiatan belajar mengajar dan secara tidak langsung peningkatan keprofesionalan guru juga akan berdampak pada peningkatan mutu pendidikan secara luas. Lesson study merupakan model pembinaan profesi pendidik dan tenaga kependidikan melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip – prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar, (Hendrayana, 2006:10 ). Oleh karena itu ,lesson study salah satu yang diperlukan peranannya. Kolaborasi yang dilakukan guru dengan melalui kegiatan lesson study adalah suatu proses membangun keprofesilanan guru yang berkualiatas dimana secara kelompok guru dapat mengindenfikasikan suatu masalah pembelajaran, merancang suatu skenario pembelajaran,membelajarkan siswa sesuai skenario,mengevaluasi dan merevisi skenario pembelajaran,membelajarkan lagi skenario yang telah direvisi,seorang guru melaksanakan pembelajaran, yang lain mengamati, membagikan hasil pengalaman dengan guru – guru yang lain.. Menurut Lewis (2006) tahap – tahap yang perlu dilakukan dalam menerapkan suatu lesson study adalah satu membentuk group lesson study, kedua memfokuskan lesson study, ketiga merencanakan, mengkaji pelajaran yang akan berlangsung, keempat mengajar dan mengamati guru anggota kelompok lesson study karena pengamatan akan mengumpulkan data yang selama kegiatan pengajaran berlangsung untuk mendapat menemukan isu – isu yang perlu didiskusikan sehingga diperoleh perbaikan baik untuk peserta didik maupun pengajaran. Kelima mendiskusikan dan menganalisis hasil riset temuan, keenam merefleksikan dan merencanakan tahap- tahap berikutnya. Dengan demikian nampak Lesson study memberikan sumbangan terhadap pengetahuan keprofesionalan guru dan juga peningkatan systim pendidikan secara luas. Melalui lesson study guru secara kolaboratif berupaya menerjemahkan tujuan dan standar pendidikan di kelas secara nyata dan jelas, sehingga siswa dapat dibantu untuk mengetahui dan mengembangkan kompetensi dasar yang dimiliki untuk berpikir secara ilmiah, (Depdiknas Standar kelulusan permendiknas no 23, 2006 ).

Pembahasan masalah

Untuk memperoleh hasil Lesson study sebagai sarana pengembangan profesionalan guru yang berkualitas sekolah mengakomodir peserta lesson study berbasis MGMP IPA dan MATEMATIKA yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan Kota Surabaya dan Sampurna Foundation dengan pendampingan dari dosen – dosen MIPA UNESA yang diselenggarakan setiap bulan. SMP Negeri 21 Surabaya ada 6 guru IPA , 3 guru matematika sebagai peserta dan 1 guru sebagai fasilitator. Dengan modal 10 orang guru adalah awal aset yang dimiliki oleh SMP Negeri 21 Surabaya. Pelaksanaaan dilakukan awalnya dari guru IPA, Matematika kemudian kepada guru – guru mata pelajaran yang lain dengan berkolaborasi, sebagai pendampingan antar guru dibentuk satuan kerja (SATKER) yang berstandar 8 standar Nasional Pendidikan ( Peraturan pemerintah no 19 tentang SNP, 2005 ) Dalam merancang kegiatan guru dilatih menyusun rancangan – rancangan kegiatan siswa sebagai berikut : ( 1 ) Guru dilatih menyusun rancangan kegiatan belajar yang akan dilakukan oleh siswa dan bagaimana melakukannya dengan menerapkan model pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dasar yang akan dicapai dan relevan dengan visi, misi, dan tujuan sekolah yang dirumuskan dalam Kurikulum Tingkat Satuan pendidikan (KTSP). Dengan cara demikain , maka pembelajaran yang dirancang oleh guru bermakna bagi siswa, karena telah diuji kebenarannya. ( 2 ) Guru dilatih menyusun rancangan bahan ajar yang sesuai dengan pengalaman nyata siswa. Dengan demikian,maka siswa belajar dimulai atau dari pengalamannya sendiri. ( 3 ) Guru dilatih menyusun rancangan setting pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi dasar dan kondisi dunia nyata. Dengan demikian, maka siswa belajar dengan mengadopsi situasi dan kondisi nyata dimasyarakat menjadi situasi dan kondisi pembelajaran di sekolah. ( 4 ) Guru dilatih menyusun rancangan evaluasi proses dan hasil belajar. Dengan demikian, maka evaluasi yang dilakukan guru, bukan semata – mata mengevaluasi pengetahuan, melainkan guru mengevaluasi proses tentang apa yang dilakukan siswa dan bagaimana siswa tersebut melakukan pembelajaran. Itu berarti guru mengevaluasi kompetensi siswa yang sebenarnya. Dalam merancang kegiatan akhir, guru juga dilatih menyusun rancangan tentang tugas – tugas apa yang dilakukan oleh siswa agar siswa mampu menerapkan hasil belajarnya dalam kehidupan nyata, sebagai bekal hidup pada masa sekarang dan akan datang. Rancangan yang dilatihkan guru mata pelajaran non MIPA adalah pengalaman yang diikuti guru – guru peserta Lesson study berbasis MGMP yang diikuti secara cermat sehingga dapat menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis. Selanjutnya rancangan tersebut menjadi Rencana pelaksanaan Pembelajaran. Sehingga sebelum pelaksanaan pembelajaran guru telah menyiapkan secara mantap RPP yang refrensif dan merupakan bekal kesiapan yang mantap dalam melaksanakan pembelajaran ( Do) yang diamati oleh sejumlah pengamat yang berlatar belakang mata pelajaran yang bervariasi. Selanjutnya, guru beserta seluruh peserta lesson study ( observer ) melakukan refleksi ( See ). Dalam kegiatan refleksi ( See ) guru dilatih untuk menjelaskan kegiatan pembelajaran yang dilakukannya yang didasari dengan teori – teori pembelajaran yang dikuasai. Selain itu guru dilatih menerima masukkan dari pengamat (obsever) untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran. Masukan tersebut dijadikan dasat bagi guru untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu RPP dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian, maka kemampuan guru – guru SMP Negeri 21 Surabaya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialogis dapat meningkat Oleh karena itu , maka terwujud prinsip belajar sepanjang hayat. Kesadaran tersebut akan menumbuhkan kepercayaan diri. Guru telah menemukan solusi terhadap masalah pembelajaran yang selama ini sulit dipecahkan , akan menyadari bahwa dirinya memiliki potensi yang sangat besar . Hanya selama ini potensi besar itu belum pernah dipergunakan . Secara umum temuan dan perkiraan diatas mengarah kepada peningkatan kehidupan intelektual bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya ( rencana aksi Nasional : Pendidikan Indonesia untuk semua, 2003 dalam DBE 3: 33 ). Guru telah mendapatkan amanat untuk mengembangkan potensi siswa guna menjadikan manusia yang percaya dan taqwa kepada Tuhan YME, memiliki karakter terpuji, sehat, berpengetahuan,mampu dan kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab ( Undang – undang guru pasal 4 )

Kesimpulan dan Saran

Berdasarkan hasil pembahasan data yang dijelaskan diatas diperoleh simpulan bahwa sikap mental guru sebagai guru yang memiliki keprofesionalan adalah: 1.Tidak berkelebihan mempertahankan pendapat dan keyakinan atau kurang terbuka. 2.Dapat lebih mendengarkan peserta didik, terutama tentang aspirasi dan perasaannya. 3.Mau dan mampu menerima ide pserta didik yang inovatif, dan kreatif,bahkan ide yang sulit sekalipun 4.Lebih meningkatkan perhatiannya terhadap hubungan dengan peserta didik seperti halnya terhadap bahan pembelajaran . 5.dapat menerima balikan ( feeback ) baik yang sifatnyanya positif maupun negatif, dan menerimanya sebagai pandangan yang konstruktif terhadap diri dan perilakunya. 6.Toleransi terhadap kesalahan yang diperbuat peserta didik selama proses pembelajaran, dan menghargai prestasi didik. 7.terjadi perubahan paradigma dan pembaharuan mentsetnya. 8. Terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menyusun RPP dengan menerapkan model pembelajaran dan strategis yang relevan dengan komptensi dasar yang hendak dicapai melalui Visi, Misi dan tujuan sekolah. Disaran kepada Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya kegiatan Lesson study berbasis sekolah mandiri lebih dioptimalkan pelaksanaannya setiap tahun.

Data Pustaka

Hendayana, Sumar 2006. Lesson study .Suatu strategis untuk meningkatkan keprofesional pendidik. Penerbit IMSTEP JICA Bandung 140 .

Lewis,munir 2001, Dinamika kelompok , Penerbit Universitas Sriwijaya, jakarta

Peraturan pemerintah Republik Indonesia, Nomor 19 tahun 2005: Standar Nasional pendidikan, 2005

Peraturan Menteri Pendidikan,Nomor 22 tahun 2006 tentang standar Isi, Penerbit Depdiknas, Jakarta

Peraturan Menteri Pendidikan, nomor 22 tahun 2006 tentang standar kelulusan, Penerbit Depdiknas, Jakarta

Undang – undang Republik Indonesia, Nomor 20 tahun 2005 tentang sistim pendidikan Nasional. Penerbit Depdiknas, Jakarta 30

Undang – Undang Republik Indonesia ,Nomor 14 tentang Guru dan Dosen, penerbit depdiknas, Jakarta 30

Entry filed under: Karya Tulis. Tags: , , , , .

Ketrampilan proses PDF:Memadukan cooperatif dan kolaboratif Melalui Lesson study di SMP Negeri surabaya

1 Komentar Add your own

  • 1. Agus Suhanto  |  Agustus 17, 2009 pukul 12:56 pm

    oke euy, eh sorry numpang thread komentar posting ini untuk berkenalan dulu,
    saya Agus Suhanto:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Hari ini yang anda kunjungi

Feed

RSS ide-ide guru

  • SK TPP 2011 Surabaya April 13, 2011
    SK tpp 2011 surabaya Manfaat Lesson study Filed under: Guru
    Sukseskan insan Indonesia berkarakter
  • Posisi guru, orang tua terkait hubungan perilaku siswa Maret 9, 2011
    (Untuk memenuhi tugas Teacher Leader Program bimbingan PSF) Keluarga merupakan lingkungan yang pertama dan utama bagi perkembangan individu. Sejak kecil anak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan keluarga. Dalam hal ini, peranan orang tua menjadi amat sentral dan sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, baik secara langsung maupun ti […]
    Sukseskan insan Indonesia berkarakter
  • Guru posisi sunnah dan haram Maret 7, 2011
    Menjadi guru merupakan suatu profesi yang sangat mulia, suatu profesi yang seharusnya didasari oleh panggilan jiwa, bukan semata-mata karena kepintaran dan keterpaksaan karena tidak ada lagi profesi yang lain. Menjadi guru mengemban tugas sebagai pengajar sekaligus sebagai pendidik. Setiap orang akan bisa dan mampu menjadi pengajar dengan latar belakang pend […]
    Sukseskan insan Indonesia berkarakter
  • Dosa besar guru Januari 20, 2011
    kabar di kabar hasil survei guru yang menyandang sertifikat profesional dan berakhir menerima kompensasi Tunjangan Profesional Pendidikan (TPP), telah dinikmati yang mempunyai dampak  meningkatnya tambahan penghasilan  kesejateraan dan tidak dipungkiri mengubah perekonomian guru. Namun berita yang mengejut  tersebut ternyata kurang menyentuh terhadap peningk […]
    Sukseskan insan Indonesia berkarakter
  • Wahai saudaraku putra Indonesia Januari 17, 2011
    Indonesiaku mengapa hilang karismamu ? Indonesiaku mengapa hilang perkasamu? Indonesiaku mengapa tidur terlalu pulas? Filed under: Guru, Pendidikan, sekolah, Sertifikasi guru, siswa, Tunjangan guru
    Sukseskan insan Indonesia berkarakter

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.